Mari Berdoa Agar Tambah Sukses

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

15/08/2014

Peternak Kambing Lebih Suka Pakan Fermentasi

usaha ternak kambing, pakan fermentasi, ternak ruminansia
Kambing dan hewan lainnya pada awalnya hidup bebas di alam. Dahulu orang beternak kambing dengan cara diangon (di lepas di alam bebas). Cara ini memang memiliki beberapa keunggulan diantaranya kambing lebih sehat (asal jauh dari polusi), lebih kuat, daya tahan kambing terhadap penyakit lebih baik, bibit lebih unggul, tidak perlu angkut rumput terlalu banyak.

Namun, berkurangnya lahan yang menyediakan hijauan seperti rumput, beternak secara angon mengalami kendala. Sehingga para peternak kambing lebih memilih beternak kambing di kandang. Keunggulannya, kesehatan dan pertumbuhan kambing lebih terkontrol, tidak menyita waktu karena kambing tidak perlu dijaga, terhindar dari polusi karena jaman sekarang sudah banyak polusi. Beternak kambing di kandang lebih gemuk sekarang.

Pakan Fermentasi menjadi andalan para peternak kambing (peternak hewan lainnya juga, seperti ayam, sapi, domba, dan ayam). Hewan ruminansia seperti sapi, domba, kambing, kuda, gajah, dsb memakan rumput (bahan berserat kasar) sangat banyak. Serat ini nantinya berubah menjadi daging. Semakin banyak makan, berarti kambingnya semakin gemuk.

Bahan fermentator bisa menggunakan Ragi Tape Jerami, baca cara pengolahannya.  

Hewan ruminansi seperti kambing mempunyai lambung bagian depan yang disebut "rumen". Di dalam rumen ini terdapat mikroba yang hidup tanpa oksigen (anaerob). Mikroba merupakan nurisi bergizi tinggi bagi kambing dan hewan ruminansia lainnya, juga membantu pencernaan kambing.

Serat kasar seperti dedaunan, rerumputan, jerami, dll merupakan bahan tak bernutrisi bagi manusia. Mikroba yang hidup dalam rumen memfermentasi pakan berupa hijauan tersebut dengan enzim yang bisa memecah komponen-komponen kasar menjadi nutrisi. Mikroba tersebut akan ikut tertelan ke dalam lambung abadi kambing (abomasum). Kondisi di abomasum sangat asam sehingga mikroba tersebut mati. Kemudian mikroba tersebut masuk ke usus halus dan dicerna oleh enzim usus halus menjadi protein dan vitamin. Begitu penjelasan P. Demry, dosen, Dosen Peternakan Univ. Tadulako, Infovet, tentang proses pencernaan kambing.

Fermentasi hijauan yang dilakukan sebelum diberikan pada kambing adalah untuk mempercepat terbentuknya daging, nafsu makan pun bertambah sebab fermentasi yang dilakukan oleh mikroba di lambung kambing berlangsung lama. Pakan fermentasi juga bisa mengurangi stress, juga menghindari kembung dan mencret yang biasa dialami saat kambing makan hijauan muda yang terlalu banyak kadar airnya. Selain itu, Pakan fermentasi lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga. Sebab, serat apa saja bisa digunakan, asal disukai oleh kambing. Jadi, tidak perlu susah-susah mencari hijauan yang bagus.

06/08/2014

Usaha Ternak Sapi Potong Di Indonesia Cukup Menjanjikan

usaha ternak sapi potong, daging sapi, usaha sapi
Usaha ternak sapi potong cukup menjanjikan di Indonesia. Hewan berbadan besar ini merupakan penghasil daging yang banyak diminati di Indonesia. Apalagi jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar keempat di dunia, lebih besar dari pada China, India, dan Amerika Serikat. Sehingga, konsumsi daging pun juga cukup banyak. Hingga saat ini, daging sapi masih menjadi pilihan utama, meskipun kambing dan kelinci bisa menjadi pilihan alternatif.


Baca: Fermentasi Pakan Sapi
Hal tersebut yang membuat kebutuhan daging sapi sangat tinggi, sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan usaha ternak sapi. Untuk usaha ternak sapi dengan skala besar, Indonesia masih tergolong kekurangan lahan. Terutama pulau jawa dengan kepadatan penduduknya, tentu sudah sulit untuk dijadikan pengembangan usaha ternak sapi. Hal yang sering dikeluhkan peternak sapi yakni kesulitan pakan hijauan. Usaha ternak sapi potong rumahan sudah lama dilakukan. Biasanya, satu keluarga memelihara 2-3 ekor, bahkan di daerah pinggiran ada yang memelihara hingga 9 ekor.

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Indonesia masih mengimpor dari berbagai Negara. Hal ini sebenarnya dikeluhkan oleh banyak peternak sapi karena dianggap mengurangi pasar mereka. Apalagi banyak masyarakat yang lebih memilih daging sapi impor karena alas an harga yang lebih murah. Selisih hrga tersebut salah satunya disebabkan oleh mahalnya transportasi dalam negeri yang lebih mahal dari pada biaya transportasi dari Negara tetangga seperti Australia. Namun, hal tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong masih sangat berpotensi.

Usaha ternak sapi potong kelas rumahan tidak hanya memenuhi kebutuhan daging, bahkan menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. Banyak penduduk desa yang menggantungkan hidupnya dari hasil beternak sapi potong, meskipun dijalankan dengan cara tradisional. Usaha yang tidak membutuhkan biaya terlalu mahal ini bisa memberi penghasilan yang lumayan. Mereka menggunakan kandang seadanya, bahkan ada yang menaruk sapinya di dapurnya.

Peternak sapi potong rumahan bisa meraup untung hingga Rp 4.000.000 sampai Rp 5.000.000 per satu ekor sapi dalam waktu enam bulan. Bayangkan jika satu keluarga mampu memelihara Sembilan ekor sapi, cukup lumayan kan pendapatan mereka. Apalagi saat lebaran, harga daging sapi biasanya naik. Bisnis ini juga cukup berpotensi untuk dijadikan bisnis.